Friday, October 5, 2007

Becek

Dihari senin seperti biasanya salah satu sekolah mengadakan upacara bendera. Meskipun hujan mengguyur, mereka tetap melaksanakan upacara bendera saat itu. Setelah tiba tugas sang pemimpin upacara untuk melapor kepada pembina upacara.

Pemimpin : "Lapor upacara hari ini segera dilaksanakan.... laporan selesai."

Pembina : "Kembali ketempat"

Pemimpin : "Disini saja pak !!!!"

Pembina : "kembali ketempat"

pemimpin : "Disini saja pak !!! sang pembina bingung dengan jawaban sang pemimpin."

Pembina : "Kenapa tidak mau kembali ketempat"

Pemimpin: "Maaf pak !! dibelakang becek pembina : !!!!!

Ikutan jawab

Ini pengalaman di Changi Airport waktu menunggu pesawat pulang ke Indonesia. Entah kenapa tiba-tiba perut saya terasa mulas. Langsung saja saya masuk ke WC yang saat itu kebetulan sepi. Belum semenit duduk, saya denger suara bapak-bapak berkata, "Gimana dik? Baik aja?" Kedengerannya dari WC sebelah.

Kaget juga, darimana dia tahu saya orang Indonesia. Karena saya nggak biasa ngobrol sama orang yg belum dikenal maka saya jawab aja, "Ya, baik."

Eh, dia nanya lagi, "Sekarang gimana, sudah krasa lega?"

Wah, pertanyaan macam apa itu? Ada-ada aja. Baru juga nongkrong semenit, jadi saya jawab aja sekenanya, "Lumayan."

Dia jawab lagi, "Sama dong... tapi saya ada masalah dikit nih"

Saya mulai curiga, lalu gantian saya yang tanya, "Masalah apa pak?"

Dia langsung jawab, "Iniii... ada orang culun di WC sebelah ikut-ikutan njawab pertanyaan saya, gimana kalau nanti saya telpon lagi? Ya ... sampai nanti..." tut

Ikutan jawab

Ini pengalaman di Changi Airport waktu menunggu pesawat pulang ke Indonesia. Entah kenapa tiba-tiba perut saya terasa mulas. Langsung saja saya masuk ke WC yang saat itu kebetulan sepi. Belum semenit duduk, saya denger suara bapak-bapak berkata, "Gimana dik? Baik aja?" Kedengerannya dari WC sebelah.

Kaget juga, darimana dia tahu saya orang Indonesia. Karena saya nggak biasa ngobrol sama orang yg belum dikenal maka saya jawab aja, "Ya, baik."

Eh, dia nanya lagi, "Sekarang gimana, sudah krasa lega?"

Wah, pertanyaan macam apa itu? Ada-ada aja. Baru juga nongkrong semenit, jadi saya jawab aja sekenanya, "Lumayan."

Dia jawab lagi, "Sama dong... tapi saya ada masalah dikit nih"

Saya mulai curiga, lalu gantian saya yang tanya, "Masalah apa pak?"

Dia langsung jawab, "Iniii... ada orang culun di WC sebelah ikut-ikutan njawab pertanyaan saya, gimana kalau nanti saya telpon lagi? Ya ... sampai nanti..." tut

Pakai sabun yg banyak

Seorang Perempuan membawa cuciannya ke sebuah laundry. Ketika kembali, ternyata masih ada noda kotor pada pakaian dalamnya. Seminggu kemudian ketika ia kembali ke laundry tersebut, diselipkannya sebuah catatan pada pakaian dalamnya, "Pakai sabun yang banyak!".Hal ini berlangsung terus-menerus, berminggu-minggu, sampai akhirnya si pemilik laundry sebel. Akhirnya ketika mengembalikan cucian, si pemilik laundry menyelipkan catatan balasan di pakaian dalam si wanita itu, "Pakai pembalut yang banyak! dong".

Tengkurap di atap

Seorang wanita bule menghabiskan hampir seluruh waktu liburannya dengan berjemur di atap hotel tempat dia menginap. Ia mengenakan pakaian renangnya pada hari pertama. Tapi pada hari ke dua, ia menyimpulkan bahwa tak ada seorangpun yang melihatnya, maka ia pun melepaskan seluruh pakaian renangnya.

Ia baru saja akan mulai berjemur, ketika didengarnya seseorang berlari menuju ke tempatnya berjemur. Saat itu ia sedang menelungkup, maka ia hanya menutupi bagian belakang tubuhnya saja dengan handuk.

"Maaf nona," kata asisten manager hotel itu dengan terengah-engah karena menaiki tangga.

"Hotel ini tidak berkeberatan anda berjemur di atap, tetapi kami lebih menghargai anda, bila anda mengenakan pakaian renang anda seperti kemarin".

"Lho, kenapa ?" tanya wanita itu.

"Kan tidak ada yang bisa melihat saya di atas sini, lagipula kan saya memakai handuk untuk menutupi sebagian tubuh saya ?".

"Bukan begitu," kata sang asisten manager dengan malu-malu.

"Tapi anda tengkurap santai di atas atap ruang makan kami yang tembus pandang, sehingga restoran kami ramai penonton yang hanya ingin melihat, tanpa memesan makanan.